Bumi sudah semakin panas, pemanasan global sudah menjadi isyu dunia. Mari berpartisifasi menurunkan emisi dengan menggunakan EFT untuk kendaraan Anda

Rabu, 10 Desember 2008

Pencemaran Udara, Bisa Membuat IQ Anak Rendah


Sebagai Ibu kota negara, sudah menjadi sesuatu yang jamak Jakarta penuh dengan transportasi yang berimplikasi pada kemacetan di setiap ruas jalannya.Banyaknya moda transportasi ini berdampak pada tingginya gas buang di Jakarta hingga mencapai lebih dari 70%. Berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2006 kondisi Jakarta yang menempati urutan tiga besar dunia sebagai kota yang memiliki kualitas udara terburuk setelah Mexico City dan Bangkok, sungguh mencemaskan sekaligus layak mendapat perhatian kita bersama.
Hampir 100% kawasan Jakarta memiliki tingkat pencemaran partikel debu sangat tinggi dengan indeks antara 200-300 dengan sumber pencemaran antara lain : asap kendaraan bermotor, industri, dan lainnya. Partikel debu yang melayang dan mencemari hampir 100% wilayah Jakarta bila bercampur dengan mercury atau logam berat lainnya, maka akan semakin memperparah kesehatan warga Jakarta.
Untuk jangka pendek, pencemaran udara akan memberikan dampak penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), kemudian asma. Namun bila kondisi ini terus berlangsung dan kurang mendapat perhatian serius, untuk jangka panjang akan memacu timbulnya penyakit kanker paru-paru.Pemicu utama kanker paru-paru ini adalah polutan yang berasal gas buang sisa pembakaran BBM oleh kendaraan bermotor yaitu hydrokarbon (HC) dalam bentuk polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) dan benzene dalam kadar yang tinggi.
Dampak tingginya pencemaran udara di Jakarta selain buruk bagi kesehatan orang dewasa, juga berdampak buruk bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, karena jika kualitas gizi nutrisinya tidak terpenuhi, maka anak-anak di Jakarta tidak hanya terancam terkena gangguan pernafasan (ISPA) namun dapat berdampak pada rendahnya IQ. Karena itu untuk upaya pencegahan menurunnya kualitas SDM terutama anak-anak yang merupakan generasi penerus adalah dengan memperhatikan gizi pada nutrisinya agar daya tahan terhadap penyakit yang berasal dari polusi lebih tinggi, selain itu pembatasan waktu bagi anak-anak agar tidak terlalu sering bermain di wilayah-wilayah yang tingkat pencemarannya tinggi seperti kawasan segitiga emas Jakarta Pusat dan jalan-jalan protokol lain yang konsentrasi kendaraan dan kemacetannya tinggi. Bila memungkinkan akan lebih baik menggunakan masker ketika bepergian ke lokasi-lokasi rawan tadi.
Bagi pengguna kendaraan, sebagai wujud peduli lingkungan dan bentuk kontribusi nyata terhadap perbaikan lingkungan dan kualitas udara, menggunakan kendaraan pribadi seperlunya akan membantu mengurangi pencemaran. Kalau tidak memungkinkan menggunakan kendaraan umum, menggunakan kendaraan yang BBM-nya ramah lingkungan juga merupakan solusi. Di sisi lain merawat kendaraan dengan teratur sehingga emisi gas buangnya rendah juga merupakan hal yang bijaksana. Karena yang kita lakukan hari ini, sesungguhnya tidak hanya bermanfaat bagi kita tapi secara tidak langsung kita menyiapkan generasi mendatang dengan kualitas IQ yang jauh lebih baik.
Oleh : Harmonis Santara

1 komentar:

Knowledger80 mengatakan...

sebuah artikel yang menggugah dan mengingatkan kita bahwa kendaraan yang kita pakai bisa mempengaruhi.. sangat mempengaruhi anak-anak di sekitar kita..
terimakasih buat artikelnya
mohon mampir ke blog amatir saya memberi komentar ttg kliping IQ rendah pada kekurangan Yodium ( yg jg dicurigai kombinasi dgn polusi dan pencemaran )
salam